"GuestBook"


ShoutMix chat widget

iben

Ibnu Setiyadi

Buat Lencanda

Free Blog Counter

DAUROH SEHARI ILMU ADALAH PELITA

s

Dengan mengharap wajah Allah Azza wa Jalla, hadirilah dauroh sehari dengan tema:

ILMU ADALAH PELITA

Pembicara 1:
Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary (Pembina Ma’had Adhwaus Salaf Bandung)
Materi: Langkah Tepat dalam Mengusir Kejenuhan Tholabul Ilmi

Pembicara 2:
Al-Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin (Pengasuh Ma’had Al-Anshor Sleman, Yogyakarta)
Materi: Hubungan Keikhlasan dan Keberhasilan dalam Tholabul Ilmi (Muhasabah Kesungguhan dalam Tholabul Ilmi)

waktu: Hari Ahad 22 Januari 2012 (28 Shafar 1433 H)

  • materi 1: 09.00-13.30 WIB
  • materi 2: Ba’da Ashar sampai dengan Isya

Tempat:

  • Ikhwan: Masjid Ibnu Taimiyah. Ma’had Daarus salaf, Sanggrahan, Sukoharjo
  • Akhwat: Rumah Abu Utbah (akhwat hanya sampai pukul 17.00 WIB, kemudian dipersilakan mendengarkan lewat radio di rumah masing-masing)

Contact Person:

  • 081814243690
  • 085293449993
  • 085642149489

InsyaAllah akan dipancarluaskan melalui Radio Daarus Salaf  88,2 FM (untuk wilayah Solo dan Sekitarnya) atau melalui Paltalk di room Religion & Spirituality -> Islam -> Radio Daarus Salaf Solo

[download] Dauroh Pelajar dan MAhasiswa ke 8

dauroh-smu-08

Alhamdulillah telah terlaksana Dauroh Pelajar dan Mahasiswa ke 8
tema:
MATI USIA DINI…

waktu:
Sabtu-Ahad
24-25 Desember’11
mulai:Sabtu, jam 07 pagi.

tempat:
Masjid Ibnu Taimiyah
jln.ciptonegaran, sanggarahan
grogol, sukoharjo.

PeMateri Insya.Allah:
-Kesehatan:Abu Haidar
-Ustadz Abu Nashim Mukhtar iben Rifa’i
-Ustadz Marwan
-Ustadz Qomar Suadi,Lc
-Ustadz Fauzan Pendem Sumberlawang
-Ustadz Abu Falah

berikut beberapa rekamannya:
1.Abu-Falah-Semangat_Anak_Muda_utk_Beramal
2Ustadz-Qomar-Suaidi%2CLc_Mati_Usia_Dini_1.mp3
3.Ustadz-Qomar-Suaidi%2CLc._Mati_Usia_Dini_2.mp3

Untuk rekaman yang lainnya silahkan memesan di Radio Daarus Salaf,
Barakallahufikum jamian

Si Belang, Si Botak, Dan Si Buta

Dunia memang negeri yang penuh dengan berbagai bentuk ujian. Ujian yang akan membongkar jati diri setiap insan. Ketika seseorang mampu selamat dan lulus dalam ujian-ujian tersebut, maka negeri akhiratlah yang bakal ia raih. Sebaliknya, siapapun yang gagal dan terjatuh dalam menghadapinya, maka kesengsaraan ada di depan matanya. Harta yang Allah berikan kepada para hambanya adalah salah satu bentuk ujian yang Allah berikan kepadanya. Apakah ia mampu mensyukuri-Nya atau malah ia kufur terhadap-Nya.

Terlalu banyak contoh kisah orang-orang yang gagal dalam ujian harta ini. Salah satunya, adalah apa yang Rasulullah ` ceritakan berikut kepada kita dari Bani Isra`il. Berita yang datang dari Bani Isra`il atau yang sering disebut dengan Isra`iliyat dapat kita terima bila berita itu telah dibenarkan oleh Al-Quran atau sunnah Rasulullah. Adapun jika tidak ada pada keduanya, maka kita bersikap diam, tidak membenarkan dan tidak mendustakannya.

Rasulullah ` mengisahkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahih beliau, bahwa dahulu di masa Bani Isra`il terdapat tiga orang yang sama-sama tertimpa kekurangan dalam fisiknya. Mereka adalah Si Botak, Si Belang, dan Si Buta.

Maka Allah hendak menguji mereka. Allah kirimkan kepada mereka satu malaikat. Malaikat itu pun bertanya,  “Apakah yang kamu inginkan saat ini?” tanya Malaikat tersebut pada ketiganya dalam waktu yang berbeda.

“Aku ingin kulit dan warna tubuh yang indah dan hilang dariku penyakit yang membuat manusia merasa jijik kepadaku”  jawab Si Belang. Maka Malaikat itu mengusap kulitnya dan seketika itu pula hilanglah penyakit belang yang dideritanya.

“Ternak apa yang kamu inginkan?”

“Unta” jawab si belang.

Malaikat lalu memberinya seekor unta betina yang bunting seraya berkata, “Semoga Allah memberkahi untamu ini.”

Adapun Si Botak, ia berkata, “Aku ingin rambut yang indah dan hilang dariku penyakit yang membuat manusia merasa jijik kepadaku.”

Maka malaikat itu mengusap kepalanya dan seketika itu pula ia mendapatkan rambut yang menawan.

“Ternak apa yang kamu inginkan?”

“Sapi” jawabnya.

Dan malaikat itupun memberinya seekor sapi betina yang bunting dan mendoakannya, “Semoga Allah memberkahi sapimu ini.”

Bagaimana dengan Si Buta? Apakah jawabannya? Ia menyatakan, “Aku hanya ingin Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku bisa melihat kembali.” Jawaban seorang yang tawadhu. Ia tidak meminta penglihatan yang bagus. Tetapi ia meminta untuk sekedar bisa melihat. Itu saja. Berbeda dengan Si Belang dan Si Botak. Keduanya meminta sesuatu yang lebih dari apa yang dibutuhkan. Si belang meminta kulit dan warna tubuh yang indah sekaligus. Dan si botak meminta rambut yang menawan. Bukan sekedar kulit dan bukan sekedar rambut. Padahal jika keduanya diberi kulit atau rambut saja itu sudah cukup.

Malaikat tersebut lantas mengusap mata Si Buta dan ia pun mampu melihat kembali. Lantas hewan apakah yang diinginkan si buta? Ternyata ia seorang yang zuhud. Ia tidak meminta unta atau sapi. Tetapi ia meminta seekor kambing. Maka, diberilah ia seekor kambing betina yang buting. “Semoga Allah memberkahi kambingmu ini” kata Malaikat.

Walhasil, ketiga orang tersebut benar-benar mendapatkan berkah pada hewan yang dimiliki. Yaitu, harta yang selalu berkembang dan bertambah banyak. Hewan-hewan milik mereka beranak-pinak. Ketiganya menjadi orang yang kaya raya. Si belang memiliki satu lembah unta, si botak dengan satu lembah sapinya dan si buta dengan satu lembah kambingnya. Di sini terdapat faedah, yaitu janganlah pernah kita menolak atau bahkan menganggap kecil segala hal yang diberikan kepada kita. Kita tidak pernah tahu jika barang tersebut ternyata berbarakah sehingga bertambah dan terus bertambah. Oleh karena itulah, Rasulullah ` tidak pernah menolak pemberian apapun walaupun itu sesuatu yang dianggap kecil. Dapat kita ambil faedah pula mengenai besarnya kekuasaan Allah dan karunia-Nya kepada hamba-Nya. Bagaimana Allah kembangbiakan satu ekor hewan menjadi begitu banyak hingga memenuhi satu lembah. Subhanallah.

Malaikat itu kembali menemui ketiganya. Ia mendatangi Si Belang dengan bentuk manusia yang berpenyakit belang seperti ia dahulu. “Aku adalah lelaki yang miskin. Bekal perjalananku telah habis. Tidak ada lagi yang dapat menolongku selain Allah dan engkau. Demi Dzat yang telah memberimu kulit dan warna yang indah dan harta kekayaan, berikan kepadaku satu ekor unta saja yang dengannya aku dapat meneruskan perjalananku.” pinta malaikat itu.

“Hak-hak yang harus kutunaikan begitu banyak.” katanya.

Ia seorang yang kikir. Ia menolak untuk memberikan seekor unta pun padahal orang yang menemuinya sangat membutuhkannya. Tidak ada rasa belas kasih kepada si miskin, tidak ada rasa syukur kepada Allah sedikit pun pada dirinya.

“Sepertinya aku mengenalmu. Bukankah engkau dahulu adalah seorang yang miskin, engkau memiliki penyakit belang hingga manusia merasa jijik kepadamu. Tetapi Allah memberikan apa yang kau miliki sekarang.” malaikat tersebut berusaha mengingatkan keadaannya dahulu.

Dengan pongahnya ia menjawab, “Aku mendapatkan harta ini secara turun temurun” ia berdusta.

Mudah sekali baginya untuk berdusta. Demikianlah keadaan orang-orang yang fasik. Mereka benar-benar menganggap ringan dosa-dosa yang mereka lakukan. Satu dosa memang bisa beranak-pinak melahirkan dosa-dosa yang lain.

“Kalau kau berdusta, semoga Allah mengembalikanmu pada keadaanmu semula.” kata malaikat itu. Maka, Allah pun mengembalikan kondisi orang tadi pada keadaannya semula. Inilah hukuman yang disegerakan bagi orang yang kufur nikmat. Na’udzu billahi min dzalik.

Kemudian ia mendatangi Si Botak dengan bentuk manusia yang botak pula seperti ia dahulu. Dan -Subhanallah- jawaban Si Botak tidak jauh beda dengan jawaban Si Belang. Keduanya mengingkari nikmat yang Allah berikan padanya. Keduanya telah gagal dalam menghadapi ujian harta ini. Keduanya lebih mengedepankan egonya dari pada ridha Allah l.

Berbeda dengan Si Buta. Ia adalah manusia yang mengakui nikmat Allah kepadanya. Dengan penuh keikhlasan, ketika malaikat meminta seekor kambingnya. Ia berkata, “Dahulu aku memang seorang yang buta. Kemudian Allah mengembalikan penglihatanku. Ambillah hartaku sesukamu. Demi Allah, aku tidak akan menahan apapun yang kau ambil karena Allah.” Ia meyakini bahwa segala yang ia dapatkan itu berasal dari Allah semata. Baik itu penglihatan ataupun hartanya. Inilah syukur nikmat yang sempurna.  Yang didasari dengan pengakuan hati bahwa segalanya berasal dari Allah l. Lisan juga ikut memuji Allah. Dan ia juga siap untuk menyalurkan harta pada hal-hal yang diridhai oleh Allah l.

Mendengar kejujurannya, malaikat itu berkata, “Tahanlah hartamu, sebenarnya kalian bertiga sedang diuji. Allah telah ridha kepadamu dan Allah murka kepada dua orang temanmu”. Allah ridha kepadanya dengan kejujuran dan rasa syukurnya yang besar kepada Allah. Dan Allah murka kepada dua temannya kala mereka kufur dan sombong dengan harta yang mereka miliki. Kesimpulannya, syukur nikmat yang dilakukan oleh seorang hamba termasuk sebab harta itu tetap ada padanya. Bahkan hal itu bisa menambahkannya. Allah telah berfirman yang artinya, “Jikalau kalian mau bersyukur, niscaya Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepada kalian. Tetapi jika kalian kufur, maka adzab-Ku sungguh pedih” [Q.S. Ibrahim:7]. Wallahu a’lam. [sufyan alwi]

Pendidiikan Keluarga

Hasil Ujian Nasional baru saja diumumkan. Ada yang gembira karena lulus, ada juga yang bersedih karena gagal lulus. Padahal oleh masyarakat, lulus atau tidaknya siswa dalam ujian, sering dianggap sebagai “faktor terpenting yang menentukan masa depan”. Mereka yang tidak lulus sering dianggap masa depannya suram. Sehingga akhir-akhir ini kita sering mendengar siswa yang tidak lulus ujian merasa frustasi, histeris, hingga ada yang bunuh diri. Suatu tindakan berlebihan yang mencerminkan sudah tidak adanya lagi yang diharapkan dari hidup ini.

***

Pembaca yang dirahmati Allah…

Kebutuhan manusia akan ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang mutlak. Dahulu, sebelum adanya lembaga-lembaga pendidikan formal seperti sekolah, anak-anak dididik oleh orang tua masing-masing. Pada perkembangannya, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kesibukan orang tua menyebabkan mereka tidak mampu lagi mengajar. Orang tua lalu menitipkan anaknya pada seseorang atau lembaga yang dianggap pandai. Lembaga pendidikan inilah yang lalu diistilahkan dengan “almamater”  yang berarti ibu yang memberikan ilmu, yang saat ini menjelma menjadi sekolah.

Konsep pendidikan pada masyarakat modern lambat laun menjadi bergeser. Pendidikan yang tadinya bertumpu pada keluarga, sekarang menjadi bertumpu pada sekolah. Bukan hanya transfer ilmu, sekolah juga dijadikan sebagai tumpuan utama dalam pendidikan karakter, akhlaq, dan spiritual. Dengan alasan sudah dibayar, sekolah menjadi pihak yang paling sering disalahkan bila terjadi permasalahan dalam proses belajar sang anak.

Padahal rata-rata porsi pendidikan agama di sekolah umum yang ada sekarang amat sedikit. Tidak mungkin siswa mengenal Tuhannya, mengenal Nabinya, dan mengenal agamanya, jika pelajaran agama hanya sekitar 2 jam tiap pekan. Disinilah fungsi pendidikan keluarga menjadi sangat penting. Anak bisa membaca Al Quran bukan karena dia sekolah, tapi karena keluarganya yang mengajarinya. Keluarganyalah yang berperan mengajaknya ke masjid untuk sholat berjamaah. Keluarga jugalah yang membangunkan dia untuk bangun sahur untuk latihan berpuasa sejak dini. Sehingga, agama tidak hanya menjadi teori hapalan semata, namun diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dicontohkan dalam kehidupan keluarga.

Tidak hanya sedikitnya pendidikan agama, namun padatnya jadwal sekolah ditambah kegiatan ekstrakurikuler atau ikut bimbingan belajar, membuat mayoritas kehidupan anak menjadi di luar rumah. Dia jadi kurang mengenal lingkungan sekitar rumahnya. Jangan heran jika anak sekarang tidak hapal nama tetangga atau nama Ketua RTnya sendiri. Beberapa orang tua mengeluh, “Anak saya jarang membantu pekerjaan rumah, padahal saya repot mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. Sementara dia kelihatan sibuk sekali dengan HP dan komputernya. Saya jadi enggan menegurnya”. Keluhan ini menunjukkan bagaimana kesibukan anak di luar keluarga, sampai menghilangkan kepekaan terhadap lingkungan keluarganya sendiri. Dia tidak merasa sungkan lagi ketika orang yang berada di dekatnya kesusahan. Rasa bakti terhadap orang tua dan keluarga lama-lama menjadi pudar. Allah l berfirman,

“Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu” [QS. An Nisaa’ : 36]

Namun bukan berarti bahwa sekolah itu buruk. Hanya saja, pendidikan dalam keluarga tetaplah yang paling utama. Sekolah hanya mengajari teori-teori seperti matematika, bahasa, dan sains, tidak mengajarkan bagaimana menyelesaikan persoalan dalam kehidupan. Sehingga jangan heran jika sekarang banyak siswa yang memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran fisika namun tidak mengerti bagaimana membetulkan genteng yang bocor, atau siswi yang cerdas dalam biologi tapi tidak bisa memasak.

Pembaca yang dirahmati Allah…

Pendidikan keluarga haruslah mampu menanamkan kecintaan anak terhadap ilmu. Sehingga, dalam proses belajar, ia tidak merasa terpaksa. Ia belajar karena ia menyukainya. Kegagalan dalam proses belajar bukanlah sesuatu yang memalukan, selama ia belajar sungguh-sungguh. Mencontek merupakan salah satu perbuatan buruk yang timbul karena anak tidak menghargai ilmu. Apabila belajar dipahami sebagai proses mencari ilmu bukan hanya mencari nilai, maka perbuatan mencontek tidak akan terjadi. Dan tindakan bunuh diri akibat kegagalan dalam Ujian Akhir, juga tidak akan terjadi. Karena anak tahu, bahwa dia tidak lulus karena memang belum paham dengan ilmunya, sehingga ini justru memacunya untuk kembali belajar.

Pendidikan keluarga juga harus mampu mengembangkan jiwa sosialnya. Melalui keteladanan orang tua, anak diajari tentang akhlaq yang baik. Dia belajar untuk perhatian dengan lingkungan sekitarnya, terbiasa tegur sapa dengan tetangganya. Juga ajarkan anak untuk ikut aktif dalam mengurusi pekerjaan rumah tangga, menyelesaikan permasalahan yang timbul di sekitar rumah. Karena hal-hal kecil dalam mengurusi pekerjaan rumah tangga inilah yang sejatinya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dia kelak. Ini juga akan melatih mentalnya, sehingga ia akan memiliki daya juang, tidak malas dan kendur dalam menghadapi problema hidup di kemudian hari.

Dan yang paling penting, bahwa pendidikan keluarga haruslah mampu mendekatkan anak dengan Allah l, dengan pendidikan agama.  Keluarga harus berupaya agar tiap anggota keluarganya, terutama anak melaksanakan perintah Allah l. Pendidikan agama sedari kecil, mulai dari membaca Qur’an, menghapal doa-doa harian, belajar cara wudhu dan sholat, akan menanamkan benih-benih tauhid.  Sehingga ia tahu untuk apa ia diciptakan. Ia tahu apa yang harus dia lakukan. Dan ia tahu, kepada siapa dia meniatkan aktifitasnya sehari-hari. Allah l berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu” [QS. At Tahrim : 6]

Semoga Allah l menjadikan anak-anak kita sebagai generasi yang sholih dan sholihah, yang berbakti kepada orang tuanya.

Wallahu alam bish showwab (Ristyandani)

sumber:majalah tashfiyah

Tanya Jawab Seputar Malam Pengantin

Oleh : dr.Abu Hana El-Firdan & dr.Ummu Hana El-Firdan

Bagi pengantin baru, bulan madu (honeymoon) dan ‘malam pertama’ merupakan saat terindah sekaligus menegangkan. Dikatakan terindah karena akan menjadi pengalaman pertama pasangan tersebut dalam berhubungan intim dan disebut menegangkan karena kurangnya pemahaman mengenai etika berhubungan intim yang syar’i serta pengetahuan organ-organ seks yang berperan dalam aktifitas tersebut.

Malam pertama bukanlah sekedar pelampiasan nafsu birahi semata, tapi lebih menunjukkan ungkapan rasa cinta kedua mempelai yang telah diperbolehkan oleh agama dan norma yang ada. Berikut ini kami nukilkan beberapa tanya jawab seputar permasalahan ‘malam pertama’ yang semoga menambah wawasan pengetahuan, terkhusus untuk anda yang hendak menjalani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam ini.

Bagaimana tips ‘malam pertama’ agar mempesona?

Rencanakanlah dengan matang agar malam pertama anda begitu indah dan tidak akan terlupakan selamanya. Bacalah buku-buku seputar etika malam pertama yang sesuai syariat atau tanyakan kepada orang yang sudah berpenalaman. Jangan malu untuk menyarankan istri anda untuk membaca buku atau bertanya sana sini, toh ini juga untuk kebaikan berdua. (Salah satu buku karya ulama ialahAdab Az-Zifaf oleh Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany rahimahullahu yang sudah banyak diterjemahkan)

• Jagalah kesehatan dan siapkan stamina sejak 3 hari sebelum malam pertama. Minumlah vitamin dan istirahat yang cukup agar kondisi hubungan intim nantinya fit dan menyenangkan.

• Persiapkan tempat tidur dan berikan minyak wangi atau aromaterapi, agar suasana bertambah indah dan harum.

• Mandilah terlebih dahulu dan berwudhu sangat dianjurkan, agar tubuh anda lebih bersih dan suci dari hadats.

• Meketakkan tangan di kepala istri dan mendoakannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian menikah atau membeli budak hendaknya ia mengucapkan,

ALLOOHUMMA INOIY AS’ALUKA KHOIROHAA WA KHOIRO MAA JABALTAHAA ‘ALAIHI WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRI MAA JABALTAHAA ‘ALAIH

(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan sesuatu yang Engkau ciptakan dia padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sesuatu yang Engkau ciptakan dia padanya).

Dan jika ia membeli unta maka hendaknya ia memegang punuknya dan mengucapkan seperti itu!” Abu Dawud berkata: Abu Sa’id menambahkan: kemudian hendaknya ia memegang ubuh-ubunnya (tempat tumbuhnya rambut bagian depan -red) dan berdoa agar mendapatkan berkah pada wanita dan budak. (HR. Al-Imam Abu Daud no. 1845 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albany rahimahullahu)

• Disunnahkan bagi kedua mempelai melakukan shalat dua rakaat bersama, karena hal tersebut dinukil dari kaum salaf.

“… Maka jika istrimu datang menghampirimu (untuk bersetubuh), perintahkanlah ia shalat dua rakaat di belakangmu.” Dalam riwayat lain dari Ibnu Mas’ud ditambahkan, katakanlah, “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku pada keluargaku (anak istriku) dan berikan keberkahan kepada mereka dalam diriku. Ya Allah, persatukanlah kami selama persatuan itu mengandung kebaikan dan pisahkanlah kami jika perpisahan itu menuju kebaikan.” (HR. Abu Bakar bin Syaibah, juga diriwayatkan oleh Al-Imam Abdul Razzaq dalam kitab Mushannafnya, 6/191, 10/460-461) sanadnya shahih, diriwayatkan oleh Al-Imam Ath-Thabrani (3/21/2) dengan dua sanad yang keduanya shahih)

• Siapkan minuman hangat seperti susu atau madu. Cobalah rileks, mulailah mengajak bicara istri dengan obrolan ringan.

• Haram bagi suami menyetubuhi istrinya di saat ia sedang haid atau menyetubuhi duburnya (analseks).

• Haram bagi suami istri menyebarkan tentang masalah ranjang/rahasia hubungan badan keduanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang lelaki yang berhubungan intim dengan istrinya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” (HR. Al-Imam Muslim no. 2597)

Apa bacaan doa sebelum hubungan intim?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sekiranya salah seorang di antara kalian ingin mendatangi istrinya, maka panjatkanlah doa:

BISMILLAAHI ALLOOHUMMA JANNIBNASY SYAITHOONA WAJAANNIBISY SYAITHOONA MAA ROZAQTANAA

(Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa (anak) yang akan Engkau rizkikan kepada kami),

apabila di antara keduanya ditakdirkan mendapatkan anak dari hasil persetubuhan itu, maka anak tersebut tidak akan dicelakakan setan selamanya.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 6847)

Bagaimana mengetahui seseorang masih perjaka?

Hanya kejujuran anda yang dapat menjelaskannya, secara fisik sangat sulit karena tidak ada perubahan khusus pada organ kelamin maupun tubuh lainnya yang berubah setelah tidak perjaka lagi. Adapun pendapat yang mengatakan bahwa permukaan kulit penisnya menjadi lebih hitam dibanding kulit tubuh lainnya, suka gelian jika digelitik atau pada bagian lututnya apabila diketuk akan berbunyi keras sekali adalah mitos yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Apakah ketika ‘malam pertama’ mesti berdarah?

Tidak. Selaput dara biasanya akan robek saat seorang wanita melakukan hubungan intim akibat penis yang masuk secara sempurna ke dalam vagina sehingga pendarahan ringan.

Terkadang selaput dara juga bisa rusak oleh sebab lain (misal karena terbentur, jatuh, kecelakaan yang mengenai daerah tersebut). Pada beberapa kejadian, selaput dara malah belum rusak walaupun sudah berkali-kali melakukan hubungan intim.

Faedah oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary:
Tidak diperbolehkan bagi pihak keluarga suami untuk bertanya kepadanya tentang keadaan istrinya, apakah ia mendapatinya perawan ataukah janda, demikian sebaliknya, tidak diperkenankan bagi pihak keluarga istri, untuk meminta kepada sang suami agar memperlihatkan bukti berupa “darah keperawanan” yang menunjukkan si istri telah hilang keperawanannya karena telah berhubungan intim. Semua ini bertolak belakang dengan norma, apalagi syariat. Yang benar, hendaknya menjauhi perkara ini demi menjaga aib kaum muslimin secara umum. (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah 19/605)

Apalagi mitos malam pertama yang lain?

Sebaiknya malam pertama dilalui dengan alamiah dan berjalan apa adanya. Terlalu banyak keinginan, tuntutan atau manipulasi terkadang menyebabkan beban stres tersendiri. Banyak sekali mitos yang beredar di antaranya:

• Wajib minum obat kuat. Faktanya, terkadang pengantin baru belum memiliki kesiapan fisik dan psikologis, rasa malu dan sungkan bisa menyebabkan malam pertama dilalui dengan salah tingkah.

• Keberhasilan malam pertama diukur dengan robeknya selaput dara. Faktanya justru robeknya selaput dara di malam pertama bisa jadi disebabkan karena kesiapan psikologis si istri untuk berhubungan badan belum sempurna. Pengalaman buruk di malam pertama juga tidak menjadi jaminan kegagalan pada malam-malam selanjutnya.

• Selalu sakit. Faktanya jika si wanita telah siap dan rileks maka keluhan sakit itu tidak selamanya terjadi. Pemanasan (foreplay) yang cukup dan tidak tergesa-gesa sangat dibutuhkan agar vagina wanita lebih siap menerima penetrasi. Fakta lain menyebutkan bahwa tidak sedikit pasangan yang kecewa di malam pertama akibat ketidakpahaman tentang cara berhubungan intim yang sehat dan benar.

Berapa lama waktu hubungan intim yang normal?

Sebuah survey menyebutkan bahwa jangka waktu 1-2 menit dianggap terlalu pendek, 3-7 menit dianggap sudah memadai, sedangkan lama berhubungan intim yang 10-30 menit dianggap terlalu panjang. Rata-rata sebagian besar responden mengharapkan durasi berhubungan badan berkisar antara 7-13 menit.

Walaupun demikian, sesungguhnya tidak ada batasan pasti berapa lama waktu berhubungan badan yang paling baik, selama kedua pasangan merasa puas maka itulah lama waktu yang paling tepat bagi keduanya.

Kapan waktu berhubungan intim yang paling tepat?

Sebenarnya kapan saja hubungan intim itu dapat dilakukan. Beberapa orang menyarankan agar melakukannya pada sepertiga malam (pukul 10 ke atas), atau pada tiga waktu yang nyaman yaitu, sebelum shalat subuh, tengah hari, dan sesudah shalat isya’.

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu milik, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain)….” (QS. An-Nuur: 58)

Faedah oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary:
Memang ayat di atas tidak sharih (jelas pendalilannya) yang menerangkan tentang waktu berhubungan intim yang paling baik, namun demikian ada riwayat dari As-Su’ddi yang menukilkan bahwa beberapa orang dari kalangan sahabat menyukai untuk mendatangi istri-istrinya pada waktu-waktu tersebut dalam ayat, agar dengan itu mereka dapat mandi kemudian keluar untuk menunaikan shalat. (Tafsir Al-Qur’anul Adhim karya Al-Imam Ibnu Katsir)

Apa yang dimaksud dengan foreplay (mula’abah)?

Foreplay adalah kegiatan “pemanasan” sebelum melakukan aktifitas inti berhubungan intim. Tahap ini merupakan bagian yang sangat penting karena biasanya istri sering dilanda keraguan apakah suaminya hanya menginginkan tubuhnya saja atau mencintai dirinya apa adanya. Berikut hal-hal yang harus anda ketahui dan perhatikan:

• Pemanasan diawali dengan pendekatan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“… Tidakkah kamu pilih gadis, hingga kamu bisa bercumbu dengannya dan dia bisa bercumbu denganmu atau kamu dapat bergurau dengannya dan dia dapat bergurau denganmu?” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 5908)

• Sikap saling diam adalah kurang tepat. Sebaiknya lakukanlah komunikasi yang menyenangkan.

• Pria janganlah mementingkan dirinya sendiri, yang penting dia puas sedangkan istrinya suka atau tidak, siap atau belum siap untuk berhubungan intim dia tidak peduli. Tergesa-gesa dalam pemanasan bahkan kadang tanpa pemanasan menyebabkan wanita tidak dapat rileks dan menjadikan kegiatan berhubungan badan menjadi terasa menyakitkan.

Faedah oleh Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary:
Ada hal penting yang harus diperhatikan pasangan suami istri. Bagi suami hendaknya mempersiapkan diri dengan selalu tampil tampan dan menyenangkan bagi istrinya. Allah shallallahu ‘alaihi wassalam berfirman:

“… Dan para wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf…” (QS. Al-Baqarah: 228)

Adalah sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Aku selalu tampil tampan di depan istriku, seperti halnya ia selalu tampil cantik di depanku.”

Bagi suami, jangan sampai tidak berhubungan intim dengan istrinya. Adalah sebagian salaf mengatakan, “Ada tiga hal yang harus selalu dijaga oleh seseorang. Pertama, jangan sampai tidak pernah berjalan kaki. Kedua, jangan sampai meninggalkan makan. Dan ketiga, jangan sampai tidak berhubungan intim dengan istri.”

Bagi seorang istri, hendaknya mengetahui dan menjauh dari sebab-sebab yang membuat suaminya lari darinya dan tidak ada keinginan untuk berhubungan badan dengannya, adapun sebab-sebab tersebut antara lain:

1. Adanya bau yang tidak sedap dari vagina.
2. Bau mulut yang busuk.
3. Mengonsumsi makanan yang menimbulkan bau seperti bawang merah, dll. 4. Kuku yang kotor akibat tidak dirawat.
5. Terlalu banyaknya bulu atau rambut di sekujur tubuh.

6. Mengenakan pakaian yang terlalu tebal dan menutupi tubuh di depan suami, tidak halus dan cenderung tipis.    7. Tidak ada perhatian untuk merawat rambut dan menyisirnya.                                                                                                       8. Bagian pusar yang tidak menarik akibat adanya kotoran yang tidak dibersihkan.                                                               9. Terlalu lebatnya bulu kemaluan.
10. Bau keringat yang tidak sedap.
11. Gigi tidak bersih, akibat banyaknya sisa makanan yang menempel.
12. Adanya kebiasaan dari dapur langsung menuju tempat tidur, untuk menemani suaminya tanpa bersih-bersih terlebih dahulu. (lihat Maadza taf’al lailatal banna hal. 27-28)

Bagaimana mengetahui bahwa istri sudah ‘siap’?

Banyaknya keluar madzi merupakan tanda bahwa istri sudah mulai siap. Ingat, pastikan vagina sudah benar-benar basah. Jika vagina belum basah berarti istri belum terangsang gairahnya dan bisa menyakitkan istri saat melakukan penetrasi. Rasa perih dan tidak nyaman akibat vagina yang masih kering ini bisa membunuh gairah istri yang sedang menuju puncak.

Apa yang seharusnya dilakukan setelah selesai berhubungan intim?

Usahakan agar istri mencapai puncak kenikmatan (orgasme) terlebih dahulu. Wanita lebih lama mencapai orgasme ketimbang pria. Tapi jika pria bisa orgasme satu kali, wanita bisa orgasme berkali-kali. Wanita masih ingin merasakan cinta dari suaminya setelah melewati masa orgasme menuju tahap resolusi, tahap setelah merasakan kenikmatan.

Belaian lembut kepada istri sudah cukup memberikan perasaan tenang dan kasih sayang. Dengan demikian suami akan memberikan kesan tidak hanya membutuhkan istrinya di saat berhubungan intim saja, sehingga istri akan bergairah lagi mengulang malam pertama yang begitu berkesan, tanpa kecanggungan, kekakuan ataupun bentuk-bentuk keraguan dan ketakutan lainnya.

Disunnahkan bagi kedua suami istri untuk mencuci kemaluannya dan berwudhu dulu sebelum tidur sesudah melakukan hubungan intim, karena Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan:

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam jika beliau hendak makan atau tidur sedangkan ia junub, maka beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (Muttafaq ‘alaih)

Bagaimana jika ingin ‘nambah’ lagi?

Jika sang suami ingin berhubungan intim kembali, dianjurkan berwudhu terlebih dahulu, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya, lalu ingin mengulanginya kembali maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Al-Imam Muslim no. 466)

Apakah harus mandi jika sudah selesai berhubungan intim?

Mandi setelah berhubungan intim (mandi junub) hukumnya wajib, sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala:

“…dan jika kamu junub maka mandilah..” (QS. Al-Maa’idah: 6)

Dan diperbolehkan bagi suami istri untuk mandi bersama, sebagaimana hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

“Aku pernah mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam dari satu ember yang terbuat dari tembikar yang disebut Al-Faraq.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 242)

Pada saat mandi, suami istri bisa saling menciduk air secara bergantian dan menyirami tubuh pasangannya dan membersihkannya. Atau suami istri bisa juga berada dalam satu wadah seperti bak mandi (bathtub) untuk menambah kecintaan.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam mandi bersamaku dari satu bejana. Kami menyiduk air dari bejana tersebut secara bersama-sama.” (HR. Al-Imam An-Nasa’i no. 408)

Bagaimana cara ‘mandi wajib’?

1. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali.
2. Mencuci kemaluan dan sekitarnya dengan tangan kiri.
3. Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.
4. Menuangkan air ke kepala 3 kali dan menyela-nyelanya bila perlu. 5. Menuangkan air ke seluruh tubuh.

Apa ciri-ciri ereksi yang normal?

Ereksi adalah keadaan dimana penis membesar lalu mengeras akibat adanya rangsangan seksual. Ciri ereksi yang normal adalah jika penis dipegang atau ditekan terasa keras, tidak bisa ditekuk dan jika digerakkan akan bergetar lalu kembali pada posisi awal.

Pria biasanya mengalami ereksi ketika akan buang air kecil, ketika waktu bangun di malam hari atau pagi hari (shubuh). Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab hal tersebut. Ereksi pada pagi hari kemungkinan karena peningkatan hormon testoteron. Beberapa pria muda normalnya mengalami ereksi setiap pagi, namun ada juga yang mengalaminya 2 hari sekali.

Apa itu mani encer?

Mani encer sebenarnya hanya mitos, karena kesuburan pria tidak bisa diukur dari kekentalan mani. Pria juga sebaiknya tidak menafsirkan sendiri air maninya encer atau kental namun harus diperiksakan ke klinik kesuburan untuk dianalisis. Kesuburan pria tergantung dari jumlah, bentuk dan gerakan spermanya.

Posisi hubungan intim seperti apa yang harus dihindari jika ingin cepat hamil?

Posisi hubungan intim yang harus dihindari bila ingin cepat hamil ialah posisi wanita di atas, posisi duduk atau berdiri karena sebagian sperma keluar dan hanya tersisa sedikit sperma yang berjalan ke arah sel telur.

Apakah bergesekan kelamin saja bisa menyebabkan hamil, sementara air mani sebagian tertumpah di depan vagina?

Peluangnya tetap ada walaupun kecil sekali, karena bisa jadi sebagian air mani ada yang masuk ke dalam vagina. Sebagaimana kita ketahui vagina tidak sepenuhnya tertutup oleh selaput dara. Secara logika, jika ada yang bisa mengalir keluar maka mungkin saja ada yang bisa mengalir masuk.

Apakah hubungan intim ketika hamil membahayakan janin?

Tidak berbahaya, mitos yang mengatakan bahwa hubungan intim ketika hamil dapat menimbulkan infeksi atau akan melukai bayi dalam kandungan merupakan anggapan tidak benar.

Hubungan intim tidak berbahaya untuk bayi karena adanya lendir serviks yang membantu melawan kuman yang akan masuk ke dalam pintu rahim, dan secara alamiah Allah Subhanallahu wa Ta’ala menciptakan suatu perlindungan yang aman pada bayi dalam kandungan, sehingga bayi terlindungi.

Janin pun dilindungi oleh banyak barrier seperti kantong amnion (kantong yang menampung cairan amnion dan janin), dinding yang tebal, lapisan mukus tebal yang mampu melawan infeksi. Oleh karenanya penis pasangan tidak akan menyentuh bayi. Subhanallah!

Pada saat umur kehamilan berapa paling aman dan tepat melakukan hubungan intim?

Paling aman adalah setelah umur kehamilan trisemester pertama (tiga bulan) hingga usia tujuh bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah rileks dan kondisinya sudah jauh lebih nyaman.

Pada trisemester pertama kehamilan sebaiknya menunda hubungan intim terlebih dahulu. Pasalnya, ari-ari belum terbentuk sempurna sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila terjadi kontraksi dahsyat. Jika kehamilannya termasuk kehamilan beresiko tinggi atau merasakan gejala yang tidak biasa setelah atau ketika berhubungan intim, misalnya rasa nyeri, kram, mules-mules atau keluar jendalan darah sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Posisi hubungan intim seperti apa yang aman ketika hamil?

Boleh posisi apa saja asalkan dengan syarat tidak memberi tekanan langsung ke perut istri, dan perlu diperhatikan bahwa selama hubungan intim tersebut dilakukan pada vagina maka dibolehkan secara syariat. Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda kepada para wanita Anshar, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad no. 23587 dan Al-Imam At-Tirmidzi no. 2905,

“Lubang yang satu.” (Maksudnya adalah vagina saja)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda sebagaimana dari Al-Imam Ahmad no. 2569,

“Mengarahkan dari depan dan belakang, jauhilah dubur (lubang pantat) dan haid.”

Maksudnya adalah setubuhilah istrimu dari arah depan atau belakang dan jauhilah dubur serta jauhilah hubungan intim ketika istri sedang haid walaupun pada kemaluan. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Datangilah ia (istri) pada setiap keadaan, jika itu (dilakukan) pada kemaluan.” (HR. Al-Imam Ahmad no. 2289)

Bagi sebagian wanita, kehamilan justru meningkatkan dorongan seksual tetapi bagi sebagian lain tidak berpengaruh. Di luar dari faktor tersebut, sebenarnya hubungan intim saat hamil bisa lebih nikmat. Cairan vagina lebih meningkat dan perubahan pada area genital membuat beberapa orang justru lebih bisa merasakan orgasme.

Baarakallahu fiikum..!

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Konsultasi Kehamilan Secara Medis dan Islam oleh dr. Abu Hana El-Firdan & dr. Ummu Hana El-Firdan, penerbit: Toobagus Life dan Kaahil Media, cet. 1 Shafar 1432 H.

Santap Daging Kurban, Waspada Kena GERD!

KOMPAS.com - Menikmati beragam menu berbahan daging adalah salah satu tradisi di hari raya, termasuk Idul Adha atau Idul Kurban yang bakal jatuh pada akhir pekan ini.

“Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan pengosongan lambung menjadi lambat, dan adanya gangguan pada klep, sehingga isi lambung berbalik arah ke kerongkongan”
– Ari Fahrial Syam

Di Hari Raya Kurban ini, masyarakat muslim merayakannya dengan menyantap daging, baik mereka yang menerima kurban maupun yang memberi daging kurban.

Alhasil, daging biasanya akan melimpah sehingga membuat menu di meja makan dapat didominasi beragam masakan berbahan daging baik itu sapi, kambing atau domba.

Di satu sisi, mengonsumsi daging tentu bermanfaat bagi tubuh karena makanan ini mengandung zat gizi terutama protein serta lemak hewani. Tetapi di sisi lain, konsumsi berlebihan dan waktu (timing) yang kurang tepat justru dapat memberi dampak tidak sehat bagi sistem pencernaan.

Seperti diungkapkan pakar kesehatan pencernaan dari FKUI- RSCM Dr Ari Fahrial Syam Sp.PD, masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi daging kurban secara berlebihan, karena hal ini dapat memicu gangguan pada saluran cerna.

“Berbagai penyakit pencernaan akan tercetuskan setelah kita mengonsumsi daging yang berlebihan, baik ganggguan pada saluran cerna atas maupun gangguan saluran cerna bawah.  Salah satu penyakit yang bisa terinduksi akibat makan lemak yang berlebihan dalam waktu singkat adalah penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease),” ungkap Ari dalam emailnya.

Menurut  spesialis penyakit dalam ini, kasus penyakit GERD  ditemukan pada sekitar 20 persen dari kasus pasien dengan sakit maag yang datang menjalani pemeriksaan endoskopi saluran cerna atas, baik di RSCM maupun  rumah sakit Swasta. Penyakit GERD, kata Ari, merupakan penyakit akibat gaya hidup, sehingga kasusnya akan semakin meningkat di masa depan.

Ari menjelaskan, penyakit ini terjadi karena adanya aliran balik isi lambung termasuk asam lambung ke kerongkongan akibat lemahnya klep antara lambung dan kerongkongan. Selain itu, adanya gangguan pengosongan lambung juga memicu timbulnya GERD tersebut.

“Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan pengosongan lambung menjadi lambat, dan adanya gangguan pada klep, sehingga isi lambung berbalik arah ke kerongkongan,” ungkap Ari.

Beragam gejala biasanya dialami penderita GERD seperti rasa panas pada dada mirip terbakar (heart burn), merasakan sesuatu yang balik arah dari lambung naik ke atas (regurgitasi), dan rasa pahit di mulut. Selain keluhan utama tersebut, pasien dengan GERD bisa merasakan keluhan lain seperti nyeri di ulu hati, kembung, begah dan sering sendawa.

“Pasien biasanya mengira kalau keluhan nyeri dada ini karena masalah jantung. Tetapi sebenarnya karena adanya asam lambung yang kembali arah ke atas tersebut. Selain itu, asam lambung yang naik tersebut juga dapat menginduksi terjadinya sesak nafas, batuk kronis, rhinitis (radang hitung) kronis , radang pita suara (laryngitis) sampai ngilu pada gigi,” paparnya.

Mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan jelas Ari, dapat menginduksi timbulnya GERD yang mungkin sudah ada sebelumnya. Hal ini dapat diperberat jika daging dimasak dengan santan berlebihan disertai bumbu yang merangsang, asam dan pedas.

Apalagi jika setelah mengonsumsi daging ini langsung tidur, kondisi ini akan memperburuk timbulnya GERD . Karena, hal ini akan menyebabkan makanan yang telah sampai di lambung berbalik arah ke kerongkongan.

Ari memberikan sejumlah tips agar dapat terhindar dari ancaman GERD, tetapi tetap mengonsumsi daging :

1. Jangan mengonsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat.

2. Tetap mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

3. Hindari konsumsi secara bersamaan antara daging dengan jeroan dari hewan kurban tersebut seperti usus, otak, hati, paru atau limpa.

4. Jangan tidur dalam waktu 2 jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.

5. Pada pasien yang sudah mengalami GERD, konsumsi daging berlebih dan langsung tidur akan menyebabkan timbulnya panas di dada pada 4 dari 5 kasus GERD.

6. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas. Setelah makan daging, hindari minum kopi, alkohol atau minuman bersoda yang akan memperburuk timbulnya GERD. Selain itu, selama mengkonsumsi daging ini, pasien GERD sebaiknya menghindari makanan yang mengandung coklat dan keju.

sumber:Kompas.com

NASI KEBULI

Bahan:
4 sdm margarin
150 g bawang Bombay, cincang
10 cm kayu manis
1/2 butir biji pala, memarkan
5 butir cengkih
8 butir kapulaga
300 g daging has kambing, potong-potong
500 ml air
1 kg beras yang pulen, cuci, tiriskan
750 ml susu cair/santan

Bumbu, haluskan:
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4 cm jahe
1,5 sdm ketumbar, sangrai
1/2 sdt merica butiran, sangrai
2 sdt garam

Pelengkap:
3 sdm bawang merah goreng
2 sdm kismis

Cara membuat:
1. Panaskan mentega hingga leleh. Masukkan bumbu, aduk hingga harum dan matang.
2. Masukkan kayu manis, cengkih dan kapulaga. Aduk hingga wangi.
3. Tambahkan daging kambing, aduk hingga kaku.
4. Tuangi air, masak hingga daging kambing hampir lunak dan kuah habis. Angkat.
5. Kukus beras selama 30 menit hingga setengah matang. Angkat.
6. Taruh beras dalam panci, tuangi susu/santan. Jerangkan di atas api sambil aduk rata.
7. Tambahkan daging kambing tumis, aduk rata hingga susu/santan habis. Angkat.
8. Kukus kembali selama 30 menit hingga matang. Angkat.
9. Sajikan panas dengan bahan Pelengkapnya.

Penjaga Kebun Delima

Dikisahkan, ada seorang mantan budak kurus yang dimerdekakan oleh tuannya. Namanya Mubarak. Setelah merdeka, dia bekerja pada seorang pemiliki kebun sebagai buruh. Suatu hari, sang tuan mengunjungi kebunnya bersama dengan beberapa sahabatnya. Dipanggillah Mubarak, “petikkan kami beberapa buah delima yang manis!,” pintanya.
Bergegaslah Mubarak melaksanakan perintah sang tuan. Dia memetik beberapa buah delima dan diserahkannya kepada sang majikan dan beberapa sahabatnya tadi.
Namun, ketika majikannya mencicipi delima yang dipetik Mubarak, tak satupun ada yang manis. Semuanya masam. Sang majikan marah dan menanyai mubarak, “apa kamu tak bisa membedakan delima yang manis dan yang masam?”
“Selama ini Anda tak pernah mengizinkan saya makan barang sebuahpun, bagaimana saya bisa membedakan yang delima yang manis dan yang masam?,” jawab Mubarak.
Sang tuan merasa kaget dan tak percaya, bertahun-tahun bekerja di kebun itu, tapi Mubarak tak pernah makan satu buahpun. Maka ia menanyakan hal itu kepada tetangga-tetangganya. Mereka semua menjawab, Mubarak tak pernah makan delima barang sebuahpun.
Singkat cerita, selang beberapa hari, sang tuan datang menemui Mubarak untuk dimintai pendapatnya. “Aku hanya punya seorang anak perempuan, dengan siapa aku harus menikahkannya?”
“Orang Yahudi menikahkan karena kekayaan . . .
Orang Nashrani menikahkan karena ketampanan …”
Mubarak menjawab dengan tenang, “tuan, orang Yahudi menikahkan karena kekayaan, orang Nashrani menikahkan karena ketampanan, orang  Jahiliyah menikahkan karena nasab kebangsawanan, sedangkan orang Islam menikahkan karena ketakwaan. Tuan termasuk golongan mana silahkan tuan menikahkan putri tuan dengan cara mereka!”
Orang  Jahiliyah menikahkan karena nasab kebangsawanan . . . Sedangkan orang Islam menikahkan karena ketakwaan.
Pemilik kebun itu berkata, “demi Allah, aku hanya akan menikahkan putriku atas dasar ketakwaan. Dan aku tidak mendapati laki-laki yang lebih bertakwa kepada Allah melebihi dirimu. Maka aku akan menikahkan putriku denganmu.”
Subahanallah, Mubarak menjaga dirinya dari makan buah delima di kebun yang dia bekerja di sana karena belum pernah diizinkan oleh pemiliknya, namun akhirnya Allah anugerahkan kebun itu beserta pemiliknya kepadanya. Balasan memang sesuai dengan amal. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Subahanallah, Mubarak menjaga dirinya dari makan buah delima di kebun yang dia bekerja di sana karena belum pernah diizinkan oleh pemiliknya, namun akhirnya Allah anugerahkan kebun itu beserta pemiliknya kepadanya.
Seorang Arab Badui menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memegang tanganku kamudian mengajariku sebagian yang telah Allah ajarkan padanya. Beliau bersabda,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ
“Sesunguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla melainkan Allah akan memberikan kepadamu yang lebih baik darinya. ” (HR. Ahmad)

Maka dari rumah tangga yang dibina Mubarak atas dasar ketakwaan tadi, lahirlah seorang syaikhul Islam, ulama besar, muhaddits ternama, mujahid yang pemberani, seorang kaya yang dermawan; Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah.


NENEK PEMUNGUT DAUN

Kiriman dari seorang sahabat, diambil dari milis kisah hikmah :

Kisah ini membuat bulu kuduk  saya  merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati,  kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw?

Insya Allah, Bermanfaat dan dapat dipetik Hikmahnya.

“Nenek Pemungut Daun”

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.
Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa  ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Wassalam,

M. Edi S. Kurniawan
edieskurniawan@yahoo.com
edi@neopulsa.com, www.neopulsa.com

[DOWNLOAD]SHALAT IEDUL ADHA 1432H

Bismillah.
Alhamdulillah telah terlaksana
SHALAT IEDUL ADHA 10 DZULHIJJAH 1432 H
bersama Al Ustadz Muhammad Ihsan dengan Tema “BIRRUL WALIDAIN
di Lapangan Ngebanan, Banaran Baru Grogol Sukoharjo
pukul.06.30 WIB

berikut rekamannya:

Berikut adalah link downloadnya:

khutbah (Durasi 28:42)

Klik untuk Download | MP3 | 5 MB

Barakallahu fiikum jami’an.